Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan manusia lain karena kodrat seorang manusia adalah makhluk sosial. Dalam hal interaksi antara manusia tentunya dibutuhkan suatu instrumen yang dikenal dengan komunikasi.
Menurut Jalaludin Rakhmat komunikasi menyentuh segala aspek kehidupan kita. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa 70 % waktu bangun kita digunakan untuk berkomunikasi. Komunikasi menentukan kualitas hidup kita. Dengan komunikasi kita membentuk saling pengertian menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih-sayang, menyebarkan pengetahuan, dan melestarikan peradaban. Tetapi dengan komunikasi kita juga menyuburkan perpecahan, menghidupkan permusuhan, menanamkan kebencian, merintangi kemajuan dan menghambat pemikiran[1].
Dari hal tersebut terlihat jelas bahwa komunikasi merupakan hal yang penting terutama dalam hubungan yang ada dalam suatu organisasi jika ingin lebih dikhususkan lagi.
Sedikit kita mengenal kata komunikasi berasal dari bahasa latin communis berarti “sama” communico, communicatio, communicare yang berarti membuat sama.
Komunikasi adalah proses penyampaian stimuli (biasanya verbal) oleh seorang individu (komunikator) yang dimaksudkan untuk mengubah perilaku orang lain (audience). Dengan begitu, komunikasi memiliki komponen : Sumber, pesan, media, penerima dan efek.[2]
Bagaimana Cara Berkomunikasi yang Efektif ?
Cara berkomunikasi setiap orang tentunya berbeda-beda, hal tersebut dipengaruhi oleh karekter yang ada pada dirinya dimana seorang yang introvet akan sangat tertutp dibandingkan dengan orang yang ektrovet dalam hal mereka bergaul. Namun kali ini kita coba untuk memberi sedikit pandangan yang mungkin dapat dialaksanakan bagi siapa saja, antara lain :
1. Sampaikan secara langsung
2. Pertimbangkan lawan bicara kitaJaga bahasa non verbal jika berkomunikasi
3. Berikan perhatian pada penerima informasi
4. Tunjukkan keseriusan dan ketertarikan dengan mendengarkan aktif
5. Jangan banyak menyela
Dari hal tersebut diatas tentunya kita harus memahami kodrat seorang manusia dimana akan lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri atau selalu bermain dalam “kepentingan” itu merupakan kodratnya yang wajar dan dimiliki setiap manusia.
Bagaimana Cara Terampil Berbicara dengan Orang ?
Dalam kita berbicara dengan orang lain yang bertujuan untuk mencari sesutu hal dari orang tersebut dimana dia adalah subjeknya, kadang kali kita baik disengaja maupun tidak lebih banyak menunjukan diri kita dibandingkan menggali dari lawan bicara kita.
Untuk menghindari hal tersebut ada beberapa cara terutama dalam memilih kata yaitu singkirkan kata-kata “Saya, Aku, Milikku” dan gantilah kata tersebut dengan satu kata paling penuh daya yang diucapkan lidah manusia “Anda”.[3]
Cara lain adalah memamfaatkan ketertarikan diri mereka kepada diri mereka sendiri dalam percakapan yang memancing mereka untuk berbicara tentang diri mereka.[4]
Bagaimana Cara Mendengarkan Orang Lain ?
Hal ini merupakan hal yang sulit karena sudah dietrangkan tentang kodrat manusia bahwa lebih mementingkan dirinya sendiri sehingga kadang sulit untuk mendengarakan orang lain. Tapi pada kenyataan seorang pendengar yang baik akan jauh lebih melampaui seorang pembicara yang baik dalam hal mendapatkan perhatian orang lain. Ada lima aturan yang akan membuat kita menjadi pendengar yang baik :[5]
1. Menatap orang yang sedang berbicara
2. Condongkan badan ke si pembicara dan dengarkan dengan penuh perhatian
3. Ajukan pertanyaan
4. Ikutilah topik si pembicara dan jangan memotong atau menyela
5. Gunakan kata-kata si pembicara—“anda” dan milik anda”
Pertanyaan diatas adalah beberapa hal yang sering muncul ketika kita berkomuikasi dengan orang lain yang tentunya dalam komunikasi tersebut kiata ingin dihargai dan lawan bicara kita memahami apa yang kita sampaikan dan tentunya sebelum itu kita harus bisa menghargai terlebih dahulu lawan kita tersebut.
Akhir dari semua proses tersebut kembali lagi kepada diri kita sendiri yang tentunya lebih tahu kemampuan kita dalam berkomunikasi dibandingkan orang lain. Semoga berhasil...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar