Selasa, 03 Agustus 2010

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK WILAYAH PINGGIRAN PERKOTAAN (SUBURB AREA)

A. Latar Belakang

Masalah Kondisi sosial masyarakat saat ini sangat beragam yang dimana hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya latar belakang pendidikan, budaya setempat, mata pencaharian dan pola pikir serta gaya hidup masyarakat setempat. Beranjak dari kondisi yang beragam tersebut dalam suatu komunitas masyarakat akan menimbulkan jenis penanganan yang berbeda ketika seseorang atau kelompok ingin melaksanakan suatu program pemberdayaan masyarakat guna menunjang kelebihan yang ada di suatu wilayah objek pelaksanaan program. Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan oleh siapapun baik perorangan ataupun melalui lembaga pemerintah dan swasta.

Pelaksanaan program tersbut biasanya disesuaikan dengan wilayah yang akan dijadikan objek pelaksanaan, tentunya dengan melihat perkembangan masyarakat selama ini pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya sebatas pemberdayaan masyarakat pada masyarakat pedesaan yang notabene dianggap belum tersentuh secara maksimal oleh informasi tetapi juga terhadap masyarakat perkotaan dan pinggiran perkotaan, dimana keberadaan masyarakatnya sangat majemuk dan juga arus informasi serta dampak dari arus urbanisasi di dua wilayah tersebut sangat mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup masyarakat yang dijadikan subyek dan tidak bisa disamakan dengan daerah pedesaan.

Melihat hal tersebut maka tulisan kali ini akan membahas tentang pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang difokuskan kepada satu wilayah yaitu wilayah di pinggiran kota dan jika dikaitkan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), maka tulisan ini juga mengupayakan kepada mahasiswa KKN untuk melaksanakan kegiatannya sesuai dengan wilayahnya yaitu salah satunya di pinggiran perkotaan.

B. Jenis Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bentuk KKN Yang Cocok Untuk Wilayah Pinggiran Perkotaan (Suburb Area)

Kuliah Kerja Nyata seorang mahasiswa merupakan salah satu jenis dari kegiatan pemberdayaan masyarakat. Proses pelaksanaan KKN selama ini memang ditempatkan diberbagai wilayah yang tentunya akan beragam pula corak dari masyarakat yang bersangkutan. Proses KKN yang difokuskan untuk wilayah pinggiran perkotaan sangat jauh berbeda dengan pedesaan karena faktor-faktor yang berbeda seperti telah disebutkan diatas yang dapat dikatakan telah cukup maju dan arus informasi mudah masuk ke wilayah tersebut dibandingkan wilayah pedesaan sehingga dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif jika pemberdayaan masyarakat tidak hanya semata pembangunan fisik tetapi juga dalam bentuk pengembangan potensi wilayah berbasis pembangunan karakter masyarakatnya dalam artian kegiatan tersebut melibatkan kontribusi dari masyarakat dan pelaksana program secara bersamaan untuk pengembangan potensi diri dari subyek program yaitu masyarakat setempat agar lebih mandiri.

Dari pemikiran tersebut diatas, maka memang jenis program yang dianggap cocok memang selama ini masih berupa program fisik yang hasilnya nyata dan dapat dirasakan cukup lama, namun karena ingin menumbuhkan kemandirian dan daya saing serta inovasi akan hal yang baru ataupun sudah ada sebelumnya maka pelaksanakan program berupa pelatihan dan penyuluhan dianggap lebih cocok. Namun pada prakteknya, program pelatihan dan penyuluhan memang masih belum dianggap cukup diterima masyarakat mengingat hasilnya tidak dirasakan secara langsung namun jika pada proses observasi diketahui potensi wilayah tersebut dan juga proses sosialisasi yang masif tentunya akan sangat bermakna. Sedangkan jika dikaitkan dengan kegiataan KKN, program penyuluhan dan pelatihan sangat membantu mahasiswa karena ada pengembangan potensi diri mereka jika tentunya program yang dilakasnakan sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka masing-masing sehingga dapat memunculkan simbiosis mutuallisme dimana masyarakat setempat mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang baru dan juga ada pengembangan potensi diri baik secara kemasyarakatan maupun akademik bagi pelaksana program yaitu mahasiswa yang bersangkutan.

Pada prinsipnya program seperti ini juga diharapkan dapat merubah pola pikir masyarakat setempat yang masih menggangap keberadaan mahasiswa KKN sebagai “landang uang” yang menimbulkan permasalahan bagi mahasiswa itu sendiri karena tidak hanya berpatokan kepada program pemberdayaan dalam hal fisik semata.

C. Kesimpulan dan Saran

Tulisan kali ini yang memfokuskan tentang pemberdayaan masyarakat bagi wilayah sekitar perkotaan (suburb area) dan menitikberatkan kepada jenis program pemberdayaan masyarakat yang dianggap cocok di wilayah tersebut sebagai rujikan kegiataan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa KKN, sehingga ada beberapa kesimpulan dan saran dari tulisan ini antara lain :

  1. Pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan oleh siapapn baik perorangan maupun kelompok tetapi harus ada tujuan dan arah yang jelas akan dibawa kemana program yang dilaksanakan dan proses yang ditempuh juga sitematis.
  2. Perencanaan program pemberdayaan masyarakat tidak dapat asal-asalan dan dipersamakan untuk setiap wilayah karena memiliki karateristik yang berbeda dan juga untuk pelakasanaan program lebih diharapkan sesuai dengan latar belakang pendidikan pembawa program guna mendapatkan hasil yang optimal.
  3. Diharapkan dengan program pemeberdayaan masyarakat dengan sistem penyuluhan dan pelatihan dapat merubah sudut pandang masyarakat tentang program tersebut dan mampu lebih mandiri lagi.

D. Penutup

Di tengah banyaknya jenis program pemberdayaan masyarakat yang beragam jenisnya baik secara fisik, penyuluhan, pelatihan dan sebagainya yang selam ini digunakan oleh pemerhati tersebut, maka kiranya tulisan ini dapat berfungsi sebagai penambah khasanah yang sudah ada, dan semoga dapat bermamfaat bagi pihak-pihak yang memang masih peduli dalam pemberdayaan masyarakat dan bagi pengembangan kemandirian masyarakat sebagai subyek dari program pemberdayaan masyarakat, Insya Allah akan bermamfaat bagi kita semua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar